KUTUKAN
Aku telah menunggu terlalu lama untukmu
Melihat ini roboh dan jatuh melaluimu
Jadi saat kau merasa seperti sampah kau harus tetap melawan
Jika kau melihat dunia melalui mataku
Dan kau tak kan merasa naik begitu tinggi
Ini adalah waktunya kita mengambil kesempatan
Kau harus duduk kembali dan berpegang erat-erat
Semakin kuberpikir, semakin kuberharap lebih
Aku bisa mendorong untuk berhenti lalu menekan mundur
Apa yang bisa kuberikan untuk memiliki kembali hari-hari itu
Ketika tak ada seorangpun yang peduli
Aku teringat disaat kita berdarah bersama
Begitu banyak ku telah tersenyum, berkali-kali ku menangis
tapi ku tak pernah mecoba, tak pernah mencoba karena
Ada daya yang bekerja di kepalaku tapi ku tak memahaminya
Aku perlu sebuah peta untuk menemukan jalan keluarku sepanjang waktu
Ada sebuah kutukan yang tersembunyi di kepalaku tapi aku tak mau mencarinya
Aku perlu kembali turun dan menghadapi apa yang telah terjadi
Ini menghantuiku, aku begitu sendirian
Aku hanya berusaha menemukan jalan kembali ke rumah
Aku begitu sendiri, sendirian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar” [Al-Ahzab : 70-71]