Nahdlatul Al-Khilafah
Pendahuluan
Ide Daulah Islamiyah bukanlah penemuan baru, tapi inilah
yang disuarakan lantang oleh nash-nash peristiwa-peristiwa historis serta
karakter dakwah Islam yang universal.
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan
amanat kepada yang berhak menerimanya. Dan menyuruh kamu apabila menetapkan
hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil sesungguhnya Allah
memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kamu. Sesungguhnya Allah Maha
mendengar lagi Maha melihat. Hai orang-orang yang beriman ! taatilah Allah dan
taatilah Rasul-Nya dan Ulil Amri diantara kamu kemudian jika kamu berlainan
pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada al-Qur'an dan Sunnah
Rasul." (QS. An Nisaa' : 58 - 59)
Ayat pertama, seruan kepada pemerintah dan para hakim agar
menjalankan amanat dan membuat keputusan yang adil, karena bila amanat dan
keadilan disia-siakan kehancuran umat dan robohnya sendi-sendi bangunan
masyarakat tinggal menunggu hitungan jari. Dalam hadits:
"Ketika amanat disia-siakan, maka tunggulah
kehancuran umat. Ada yang bertanya; bagaimana amanat itu disia-siakan?, Nabi
menjawab: bila urusan diserahkan kepada selain ahlinya, tunggulah kehancuran." (HR. Bukhori)
Ayat kedua, seruan terhadap rakyat mukmin agar taat pada
pemerintah dengan syarat dari kelompok mukmin juga dan ketaatan ini menempati
rangking ketiga setelah taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta bila terjadi perbedaan
hendaklah dikembalikan pada al-Qur'an dan al-Hadits.
Jelas termasuk perbuatan haram, seorang muslim bai'at kepada
pemerintah yang tidak menjalankan hukum Islam. Sedangkan bai'at yang bisa
menyelamatkan dari dosa adalah kepada pemerintah yang menjalankan hukum Allah.
Dan kalau tidak ada, semua orang Islam berdosa sampai terwujudnya pemerintahan
Islam, tidak ada yang bisa lepas dari dosa ini kecuali orang yang ingkar walau
dalam hati dan berusaha semaksimal mungkin untuk memulai kehidupan yang Islami.
Dan ini tidak mungkin dilakukan sendirian, harus menggalang solidaritas saudara-saudara
yang seperjuangan.
Fakta Historis
Rasulullah mengajak Kabilah-kabilah untuk beriman
kepada beliau serta membela da'wahnya, sampai akhirnya Allah mempertemukan
beliau dengan Anshor dari Kabilah Aus dan Khazraj. Setelah Islam menyebar di
kalangan Anshor, pada musim haji sebanyak 73 laki-laki dan 2 wanita datang
untuk bai'at kepada Rasulullah SAW. isi bai'at itu adalah :
- Anshor
akan membela beliau seperti halnya membela diri mereka sendiri,
istri-istri serta anak-anak mereka.
- Patuh
dan taat pada Rasulullah
- Amar
ma'ruf nahi anil munkar
Dan hijrahnya Rasulullah ke Madinah tiada lain untuk
membentuk masyarakat muslim yang nantinya akan berwujud Daulah Islam. Pada masa
itu bagi yang telah masuk Islam diwajibkan hijrah ke Madinah untuk memperkuat
eksistensi Daulah, hidup di bawah naungannya serta berperang di bawah
panji-panji Daulah Madinah.
"Dan terhadap orang-orang yang beriman tetapi belum
hijrah, maka tidak ada sedikitpun atasmu melindungi mereka sebelum mereka
hijrah." (QS. Al Anfal : 72)
Juga dalam Surat an-Nisa; 89:
"Maka janganlah kamu jadikan diantara mereka
penolong-penolongmu hingga mereka hijrah pada jalan Allah."
Juga turun ayat yang mengancam orang-orang Islam yang
memilih hidup di negara kafir. Dan konsekwensinya mereka tidak bisa
melaksanakan kewajiban-kewajiban agamanya.
"Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat
dalam keadaan menganiaya diri sendiri kepada mereka malaikat bertanya; dalam
keadaan bagaiman kamu ini?, mereka menjawab; adalah kami orang-orang yang
tertindas di negeri Mekkah. Para malaikat berkata; bukankah bumi Allah itu
luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?, orang-orang itu tempatnya
neraka jahannam dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. Kecuali mereka
yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu
berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan untuk hijrah. Mereka itu mudah-mudahan
Allah memaafkannya dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." (QS.
An Nisaa' : 97 - 99)
Dan ketika Rasulullah wafat, apa yang digagas para Sahabat?,
ternyata suksesi kepemimpinan. Baru setelah Abu Bakar di bai'at, mereka
mengubur jenazah Rasulullah SAW.
Tak pernah dijumpai dalam lembaran-lembaran sejarah
orang Islam memisahkan agama dan negara kecuali setelah munculnya abad sekuler
pada masa itu dan itulah yang dikhawatirkan Rasulullah, seperti hadits
Mu'adz;
"Ingatlah sesungguhnya lokomotif Islam akan selalu
berputar, berputarlah kalian semua bersama Islam kemanapun Islam berputar.
Ingatlah sesungguhnya al-Qur'an dan pemerintahan akan berpisah, maka janganlah
kalian berpisah dengan kitab. Ingatlah sesungguhnya akan datang pada kalian
para penguasa yang memutuskan perkara untuk mereka tidak pernah memperhatikan
hak kalian. Bila kalian mendurhakai mereka, mereka akan membunuh kalian dan
kalau kalian taat pada mereka, mereka akan menyesatkan kalian. Para Sahabat
bertanya; apa yang harus kami lakukan wahai Rasulullah?, Nabi menjawab; seperti
yang dilakukan pengikut-pengikut Isa bin Maryam, dibelah dengan gergaji dan
disalib pada kayu-kayu. Mati mempertahankan taat kepada Allah lebih baik
daripada hidup mendurhakai Allah." (HR. Ishaq ibn Rohawiyah).
Fakta kekinian
Partisipasi tokoh-tokoh Islam dalam menolak formalisasi
Syari'ah Islam telah membawa dampak buruk bagi upaya penegakan syari'ah Islam.
Mereka tidak saja memposisikan syari'ah Islam sebagai ancaman bagi ummat Islam,
tetapi juga meletakkan posisi sebagai terdakwa, bahkan biang keladi kemunduran
dan menajamnya konflik antar warga. Hal ini disadari atau tidak, ikut
menyukseskan skenario global yang disusun orang-orang kafir dengan
mengatasnamakan demokrasi, hak asasi dan toleransi. Penolakan terhadap
berlakunya syari'at Islam berdampak multikompleks, terutama bagi perbaikan
Indonesia masa depan. kerusakan moral kian sulit dihentikan,kebejatan
merajalela, koropsi kian menggurita, bencana kemanusiaan kian silih berganti,
orang-orang kafir semakin berani melecehkan ajaran Islam dan meminggirkannya
dari area politik dan pemerintahan. Akan tetapi yang paling tragis dan patut
disesalkan, sekiranya Islam dimusuhi dan dicaci, mengapa harus tokoh-tokoh Islam
sendiri yang melakukannya?
Penentangan Syari'at Islam tampaknya dilakukan oleh sebagian
tokoh dengan tidak malu-malu lagi membela kejorokan dan kemaksiatan yang amat
dilarang dalam Islam. Contohnya ketua P3M, Masdar Farid Mas'udy, Katib syuriah
PBNU dan juga anggota komisi fatwa MUI, tidak malu-malu lagi membela perzinaan.
Diantaranya dia menyiarkan, kalau toh laki-laki nekat berzina dengan pelacur,
maka hendaknya pakai kondom.
Menurut Masdar, sebaiknya kampanye kondom dilakukan tidak
secara terbuka dimedia umum. Yang penting bagaimana menjangkau kaum pria yang
tidak bisa menahan hajat seksualnya dan tetap nekat berhubungan seks dengan
pekerja seks komersial agar mau menggunakan kondom sehingga tidak menularkan
HIV kepada istrinya.
Anehnya, Masdar yang jelas-jelas antek Yahudi-Nashrani,
diangkat menjadi ketua PBNU sementara dalam rapat ditempatnya KH. Musthofa
Bisyri mertua Ulil, pelukis aneh, yang melukis "berdzikir bersama
Inul". Menggantikan KH. Hasyim Muzadi yang mencalonkan diri sebagai wakil
presiden berpasangan dengan Megawati pada pilpres 2004. dengan demikian berarti
NU telah kemasukan faham liberal, karena dipimpin oleh orang yang mengkampayekan
akidah kufur.
Lebih ironis lagi, Masdar Farid Mas'udy dan kedua
teman se-profesinya, Ulil Absor Abdalla dan Sa'id aqil Siraj, ketiga tokoh NU
kontroversial yang menjadi antek-antek Yahudi-Amerika dan Salibis itu
melenggang-kangkung masuk dalam bursa kandidat ketua PBNU dalam muktamar ke-32
pada tanggal 22 Januari 2010 di Makasar, Sulawesi Selatan. apa yang terjadi
jika NU, organisasi warisan agung para ulama salafussholih ini dipegang mereka.
NU akan dijual ke Amerika Serikat, Australia dan negara-negara Zionis lainnya,
aqidah umat Islam akan dipermainkan mereka. Sistem kurikulum pendidikan Islam
bisa dirubah sesuai dengan syahwat mereka. Syahwat untuk merusak Islam yang
dikendalikan oleh aktor utama mereka, Amerika.
Tentunya kita tidak rela organisasi NU dijadikan komoditi
bagi berkembangnya pemikiran kufur dan aliran-aliran sesat lainnya, bahkan
kepentingan orang-orang non-Muslim. Bahkan ada indikasi, mereka ingin
menjadikan negara Indonesia sebagai negara Zionis-Sekuleris ke-2 seperti
negara-negara mereka.
Pada tanggal 2 Desember 2007, beberapa orang akademis/
intelektual muslim Indonesia dari perguruan tinggi Islam dan pondok pesantren
diundang presiden Shimon Peres ke Israil untuk misi perdamain, di Israil mereka
bertemu dengan pemimpin moderat yahudi, kepala para Rabby, Uskup Munib A Younan
dan presiden Israil sendiri. Pemilihan lima akademisi itu kata Charles Holland
Taylor, pendiri Liberty For All Foundation yang berpusat di Winston Carolina AS
karena mereka dinilai memiliki toleransi yang tinggi dan memiliki pemahaman
yang baik tentang Islam. Dia percaya bahwa nantinya muslim Indonesia,
Palestina, Israil akan berdamai. Susunan organisasi ini di Indonesia adalah
terdiri dari: Penasehat Senior: Abdurrahman Wahid, Dewan Penasehat: Musthofa
Bisyri, Abdul Munir Mulkan, Amin Abdullah, Azyumardi Azra, Romo Magnis Suseno
dan Ahmad Dani. Direktor Program: Hodry Ariev.
Sebuah pertanyaan, mengapa justru orang non muslim notabene
yahudi dan kristen yang mensponsori perdamaian dan merangkul orang Islam?
mengapa kok orang Islam saja yang dimintai berdamai, sementara mereka sendiri
selalu menyerang secara fisik dan teritori ekonomi dan politik? Beritanya tamu
negara itu bernyanyi, berdansa bersama pemimpin Israil, dan menghadiri hari
raya Hanukkah salah satu hari suci yahudi. Salah seorang tamu terhormat itu
melaporkan kepada tuan rumahnya bahwa "ada sekelompok kecil muslim ekstrim
di Indonesia, dan juga ada muslim bringas". laporan ini dinilai sudah
tendensius dan tidak seimbang.
Sungguh suatu tindakan yang memalukan dan menjijikkan,
karena telah "menjual" kaum muslimin dan mereka berjabatan tangan
dengan orang-orang yang paling berdosa yang tangannya berlumuran darah kaum
muslimin tak berdosa, anak-anak, wanita dan orang-orang tua. mereka dibunuh
secara keji diladang pembataian dan disinyalemen ada penghapusan etnis muslim
secara sistematis. Bantuan makanan, obat-obatan, selimut dilarang masuk,
listrik dipadamkan dan kran-kran air disumbat. Jama'ah haji Palestina tahun
2007 tertahan diperbatasan tidak boleh pulang ketanah airnya sendiri. Sementara
kaum muslimin didunia khususnya di Palestina digerus dan dibantai, pada saat
yang sama ditingkat elit bermesraan dengan zionis kafir dan menari diatas
bangkai dan darah saudaranya. Jika tujuan pertemuan antara yahudi dan delegasi
itu mengagendakan perdamaian abadi dan sejati, cukup mudah, berikan tanah
Palestina yang dirampas itu kepada pemiliknya. Langkah yang mereka tempuh
sebenarnya hanya untuk menguatkan cengkraman kuku Israil ditanah Baitul Maqdis
dan Palestina secara keseluruhan.
Israil sejak dulu selalu merepotkan orang, tidak
henti-hentinya membuat ulah. Walaupun mereka pernah dimanja tetapi kenakalannya
tidak kunjung berhenti, hingga akhirnya mereka dikutuk menjadi kera yang hina.
Al qur'an mengabadikan peristiwa itu, manusia menyaksikannya dan Allah SWT
menegaskan karakter orang yahudi serta memberikan atensi kepada kita semua agar
mewaspadai tipu dayanya
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang
kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka." (QS. Al Baqarah :
120)
"Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu
daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau
orang-orang kafir membencinya". (QS. AS Shof : 8)
Akhir-akhir ini kerjasama sebagian umat Islam dengan
orang-orang kafir sangatlah erat terjalin, bahkan diantara tokoh-tokoh Islam
ada yang ikut berperan aktif dalam membela kepentingan agama orang lain, sebut
saja Kristen atau Khonghucu yang dinegara kita minoritas. Yang lebih tragis
banyak kalangan Pesantren, Kyai, Gus, Ibu-Ibu Nyai, yang seharusnya menjadi
penjaga gawang akidah ahlussunnah waljama'ah justru mereka dengan bangga
bergandengan erat dengan para tokoh liberal yang nyata-nyata telah
menjerumuskan ummat Islam ke dalam kubangan kesesatan. KH. Drs. Husein
Muhammad, Pengasuh Pondok Pesantren Arjawinangun, Cirebon, Jabar. KH. Drs.
Afifuddin Muhajir MA, Pengasuh Pondok Pesantren Sukorejo, Asembagus, Situbondo,
Jatim. Dra. Ny. Hindun Anisa. MA. PP. Krapyak, Jogjakarta. Dra. Badriyah Fayumi
Lc. MA. Mereka inilah yang sudah menjadi agen murahan Zionis-Amerika, yang
bergabung dalam tim 11 dibawah komando Siti Musdah Mulia lewat LSM-nya itu
selalu berjuang mati-matian untuk menyuarakan kesetaraan gender, menyusun
sebuah Draft Counter legal Kompilasi Hukum Islam, yang akhirnya mereka
kebakaran jenggot karena buku mereka dicabut oleh Menteri Agama, oktober 2004.
Mereka menghormati dan menghargai tokoh-tokoh liberal
layaknya mujaddid yang membangkitkan kebesaran agama Islam, padahal Rasulullah
telah bersabda :
"Siapapun yang memuliakan pembuat bid'ah berarti dia
telah membantu kehancuran agama Islam" (HR. Al Baihaqi )
Gerakan kaum muda PBNU yang dipelopori oleh Sa'id Aqiel
Siradj, dan didorong oleh Gus-Dur untuk memodernisasikan pemikiran pengurus dan
warga NU. Bahkan mengulang kembali "Asas NU", yaitu madzhabnya dua
Imam (Abu Hasan al-Asy'ary dan Abu Mansur al-Maturidy) dan Madzahibul Fuqaha'
al-Arba'ah, sudah sangat memperhatikan.
Menurut pendapat kami bahkan keyakinan kami, ini sangat
berbahaya, bahkan lebih menyimpang dari pada Jam'iyyah Muhammadiyah. Karena,
mereka masih menghormati fatwa-fatwa ulama mereka dan dalam dasarnya tetap
berpegangan dengan al-Qur'an dan Sunnah. Walaupun mungkin salah tata caranya.
Kalau Sa'id mengajak "Nahdlah" diartikan dengan
menerima pemikiran-pemikiran dan budaya non Islam, ini berarti berakibat
mengajak kepada kekufuran.
Sa'id Aqil. Katanya, ‘Abu Bakar tak punya integritas, Umar
hanyalah putra mahkota yang berarti terpilihnya tidak lewat pemusyawaratan,
tapi ditunjuk langsung oleh Abu Bakar. Dan lebih tragis adalah nasib sayyidina
Utsman. Beliau dipikun-pikunkan oleh Sa'id Aqiel dan suka menghambur-hamburkan
uang pada kerabatnya.'
Sa'id Aqiel, tokoh Syi'ah antek Khomeni yang mengaku NU itu
terus mengumbar mulut kotornya, dalam makalahnya, Sa'id mengatakan bahwa pada
enam tahun terakhir dari kekhilafahan Utsman terjadi banyak kesalahan yang
bersumberkan dari Marwan dengan mengangkat pejabat dari golongan Bani Umayyah.
Bagaimanakah sebenarnya permasalahan tersebut...? Siapakah
sebenarnya Marwan? Apakah dia seorang yang tak pantas jadi pejabatnya? Dan
salahkah bila kekhalifahan sayyidina Utsman diwarnai kelompok Bani Umayyah?
Atau bagaimanakah sebenarnya peristiwa tersebut? Maka, tulisan-tulisan di bawah
ini akan membuka lebar-lebar mata Sa'id Aqil yang sebenarnya belum begitu
pengalaman tentang sejarah para Sahabat Rasulullah SAW. sehingga lucu sekali
bila Sa'id Aqil diberi titel "Pakar Sejarah". Dan sangat disayangkan
bila dia menyandang gelar "Doktor".
Sayyidina Utsman dalam menjalankan pemerintahannya sama
sekali tidak didikte oleh Marwan bin Hakam. Justru Marwan mendapat amarah dari
Khalifah Utsman manakala hendak campur tangan urusan beliau dalam menangani
para demonstran. Ini suatu bukti bahwa walaupun sayyidina Utsman sudah tua
namun tak bersedia dicampuri pihak lain dalam melaksanakan amanat
kekhalifahannya. Entah sumber dari mana yang mendikte Sa'id Aqil untuk
melontarkan tuduhan keji pada sayyidina Utsman sampai mengatakan bahwa, pada
masa ini (6 tahun terakhir) khalifah Utsman sudah mulai usia senja (harom)
sehingga hampir semua urusan pemerintahan banyak didikte oleh sekretarisnya,
Marwan bin Hakam.
Mungkin Marwan telah banyak melakukan kesalahan dalam masa
pemerintahan sayyidina Utsman. Tapi, hal itu bukanlah merupakan sebab timbulnya
kekacauan dan pemberontakan. Sebab utamanya adalah munculnya isu-isu negatif
yang ditiupkan oleh orang Yahudi bernama Abdullah bin Saba'. Dan jikalau Sa'id
Aqil mengingkari adanya Abdullah bin Saba' sehingga menganggapnya sebagai tokoh
fiktif, maka itu adalah suatu pertanda bahwa dia (Sa'id Aqil) adalah
benar-benar bodoh dan tak kenal sejarah. Karena, Thobariy, al-Kamil dan
al-Bidayah telah memuatnya. Sungguh memalukan bualan si-Doktor sejarah malah
tak mengetahuinya. Inilah akibatnya bila mata hati telah rusak dan teracuni
ajaran sesat Syi'ah. Buktinya, Sa'id Aqil ikut menghadiri pertemuan
"Peringatan Arba'in" di Malang. Dan di sana dia mengaku terus terang
sebagai agen Syi'ah. Demikian pula dalam pertemuan "Peringatan
Karbala" yang diadakan pengikut-pengikut Syi'ah di Jakarta, dia juga ikut
mendatanginya.
Nabi bersabda:
"Ada enam orang yang aku la'nat di la'nat Allah dan
semua nabi yang di kabulkan do'anya,yaitu orang yang memberi tambahan arti
dalam Al Qur'an (yang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah), orang
yang mendustakan qodarnya Allah, orang yang otoriter dengan kekuasaannya, maka
dia memulyakan orang yang direndahkan Allah (Kafir, Ahli Bid'ah, orang fasiq)
dan merendahkan orang yang dimulyakan Allah (Ulama, orang sholeh), orang yang
merendahkan tempat-tempat yang dimulyakan Allah ,(berbuat ma'siat, keonaran di
Tanah Haram Makkah, Madinah, Masjid, Pesantren dll.), orang yang menghalalkan
perkara yang telah diharamkan oleh Allah atas keturunanku (Membunuh, berbuat
asusila, menghina,melecehkan dll.) dan orang yang meninggalkan sunnahku"
(HR. Al Hakim)
Sa'id Aqil Siradj, Penasehat Gerakan Pemuda Kristen
Indonesia, yang pernah memasukkan aliran Syiah di NU, menghina Nabi dan para
Shahabatnya, dia berkata: "Nabi Muhammad tidak berhasil mempersatukan
orang arab, dengan bukti, sepeninggal beliau orang arab murtad, kecuali Quraisy
(Anshor), itupun tidak keluarnya dari islam bukan karena agama tetapi karena
fanatik kesukuan", (Hartono Ahmad Jaiz, Ada Pemurtadan di IAIN) dalam
makalahnya,dia menghujat Shahabat "Abu Bakar tak punya integritas, Umar
hanyalah putra mahkota yang berarti terpilihnya tidak lewat pemusyawaratan,
tapi ditunjuk langsung oleh Abu Bakar. Dan lebih tragis adalah nasib sayyidina
Utsman. Beliau dipikun-pikunkan oleh Sa'id Aqiel dan suka menghambur-hamburkan
uang pada kerabatnya" (Makalah Said yang disampaikan pada tanggal 19
Oktober 1996 di Kantor PBNU Jakarta) dia bilang: "Tauhid Islam dan Kristen
sama saja".
Omongan yang keterlaluan, entah iblis mana yang telah
memengaruhi pikiran Said Aqil, sehingga dia merasa melebihi Allah SWT, berani
menghujat Nabi dan Shahabatnya.
"Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti
yang agung."(QS. Al Qolam : 4)
"Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia Telah
mentaati Allah. dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka kami
tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka." (QS. An Nisaa' :
80)
"dan karunia Allah sangat besar atasmu." (QS. An
Nisaa' : 113)
"Rasul-rasul itu kami lebihkan sebagian (dari)
mereka atas sebagian yang lain." (QS. Al Baqarah : 253)
"Dan kami tidak mengutus seseorang Rasul melainkan untuk
ditaati dengan seizin Allah." (QS. An Nisaa' : 64)
"Rasulullah bersabda: aku adalah tuan anak
keturunan Adam di hari kiamat, dan tidak ada kesombongan. Akulah orang yang
pertama kali keluar dari bumi di hari kiamat, dan tidak ada kesombongan. Akulah
orang pertama yang minta syafa'at di hari kiamat, dan tidak ada
kesombongan." (HR. Ahmad)
"Diantara Kholid Bin Walid dan Abdur Rahman Bin A'uf
telah terjadi sesuatu, lalu Kholid mencacinya. Mendengar hal itu, Rasulullah
SAW bersabda: Janganlah kamu mencaci shahabatku, maka sesungguhya walaupun
salah seorang dari kamu membelanjakan emas sebesar gunung uhud sekalipun, dia
dapat menandingi salah seorang ataupun separuh dari mereka" (HR. Bukhori
Muslim)
Kesimpulan
Amanah yang diemban oleh para ulama pesantren adalah
mengkader para santri menjadi generasi penerus perjuangan para ulama dalam
memelihara, membela dan mempertahankan akidah ahlussunnah wal jama'ah sekaligus
membimbing umat agar mereka selalu berada di jalan yang diridhoi Allah. Namun
dengan sikap sebagian dari mereka yang menjalin kerjasama dengan kalangan
liberal justru mereka telah mencederai amanah itu. Akhirnya kini banyak alumni
pesantren yang berada di garda depan dalam membela faham liberal dan banyak
pula masyarakat yang menganut faham liberal dalam kehidupan keagamaan mereka.
Naudzubillah Min Dzalik.
Marilah kita selamatkan umat islam dari wabah Sekulerisme. Demi kehidupan yang baik dari generasi ke generasi di bawah bendera Islam ahlus sunnah wal jama'ah.
Ditulis oleh: KH. Muhammad Najih MZ. (Pengasuh PP Al-Anwar Rembang)
Editor: Muhammad Rizal Malik Setiaji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar” [Al-Ahzab : 70-71]